Tetanus Neonatorum

Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia 0-1 bulan). Tetanus sendiri merupakan penyakit toksemia akut yang menyerang sususan saraf pusat, oleh karena adanya tetanospasmin dari Clostridium tetani. .Tetanus juga dikenal dengan nama lockjaw, karena salah satu gejala penyakit ini adalah mulut yang sukar dibuka (seperti terkunci).

Tetanus Neonatorum

Tetanus Neonatorum

Penyakit Tetanus Neonatorum

Penyakit tetanus disebabkan oleh kuman Clostridium tetani. Kuman Clostridium tetani bersifat anaerob, artinya kuman hidup dan berkembang dengan pesat dalam lingkungan yang kurang atau tidak mengandung oksigen. Kuman ini membentuk spora-spora yang berbentuk batang, dengan ujung bulat seperti tongkat penabuh drum (drum stick). Spora tersebut bila tidak terpajan sinar matahari dapat hidup berbulan-bulan bahkan beberapa tahun seperti di dalam tanah. Spora inipun dapat merupakan flora usus normal dari kuda, sapi, domba, anjing, kucing, tikus, ayam dan manusia. Sifat lain dari spora ini adalah tahan dalam air mendidih selama 4 jam, tetapi mati bila dipanaskan selama 20 menit pada suhu 121 derajat Celcius (dengan autoklaf).

Penyakit Tetanus Neonatorum terdapat di seluruh dunia tetapi insidens di negara maju sudah sangat jarang. Penyakit tetanus ini masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang karena sanitasi lingkungan yang kurang baik dan imunisasi aktif yang belum mencapai sasaran. Di Indonesia dan negara berkembang lain, penyakit tetanus neonatorum masih menjadi masalah. Hal ini terutama disebabkan oleh pertolongan persalinan bagi sebagian masyarakat masih menggunakan tenaga non-profesional (dukun bayi/peraji). Faktor lain adalah sebagian ibu yang melahirkan tidak atau belum mendapat imunisasi tetanus toksoid (TT) pada masa kehamilannya.

Clostridium tetani dalam bentuk spora masuk ke tubuh melalui luka potongan tali pusat, yaitu tali pusat yang dipotong menggunakan alat yang tidak steril atau perawatan tali pusat yang tidak baik. Bila keadaan memungkinkan, misal luka tersebut menjadi anaerob disertai jaringan nekrotis, spora berubah menjadi bentuk vegetatif dan selanjutnya berkembang biak. Kuman ini tidak invasif tetapi bila dinding sel kuman lisis, kuman ini akan melepaskan dua macam toksin, yaitu tetanospasmin dan tetanolisin. Tetanospasmin sangat mudah diikat oleh saraf, oleh karena itu disebut juga neurotoksin.

Gejala Tetanus

Gejala tetanus neonatorum adalah ditandai dengan masa tuntas yang biasanya terjadi paling tidak selama 3-10 hari. Dan terkadang gejala tetanus ini bisa terjadi selama beberapa minggu jika memang infeksi yang terjadi ringan. Selain itu, penyakit ini biasanya juga terjadi secara mendadak dengan gejala tetanus seperti ketegangan pada otot yang kemudian akan semakin bertambah dan paling utama terjadi pada rahang serta leher, selama paling tidak 24 ham penyakit dan kemudian menjadi semakin nyata dengan gejala tetanus seperti terjadinya trismus.

Pada gejala tetanus neinatorum ini perjalanan penyakit biasanya terjadi lebih cepat dan selain itu juga lebih serius. Anamnesis yang lebih spesifik terjadi seperti dibawah ini :

  1. Kondisi tubuh bayi biasanya mendadak panas.
  2. Bayi yang awalnya bisa menyusu menjadi tidak menyusu karena terjadinya kekejangan pada otot rahang dan juga tenggorok.
  3. Mulut bayi yang mencucu seperti mulut ikan. Hal ini merupakan salah satu gejala tetanus yang khas.
  4. Kejang yang terjadi biasanya disaat terkena paparan sinara cahaya, suara serta sentuhan.
  5. Terkadang disertai juga dengan sesak nafas dan wajah membiru
  6. Kaku kuduk sampai mengalami kepala mendongak ke atas.
  7. Dinding pada abdomen kaku, lebih mengeras dan terkadang mengalami kejang.
  8. Suhu pada bayi yang lama kelamaan menjadi semakin meningkat.
  9. Dahi berkerut dan alis mata yang terangkat, kemudian sudut mulut yang tertarik menuju ke bawah, maka rhisus sardonikus.
  10. Ektremitas yang biasanya terjadi secara terulur dan juga terjadi kaku.
  11. Kemudian bayi menjadi lebih sensitif adanya rangsangan, lebih gelisah dan terkadnag juga menangis.

Penyakit tetanus neonatorum ini sendiri mempunyai kriteria seperti bayi lahir hidup, atau juga dengan kriteria menangis atau menyusu dengan normal paling tidak sekurangnya 2 hari, dan pada bulan pertamanya kehidupan akan muncul gejala tetanus sulit menyusu dan disertai dengan kekakuan atau juga terjadinya kejang pada otot.

Pengobatan dan Pencegahan Tetanus Neonatorum

a. Tetanus imunoglobulin (TIG) manusia. TIG diberikan secara intramuskular dengan  dosis 250-500 unit. TIG ini diberikan dengan maksud untuk menetralisasi toksin yang beredar dalam darah

b. Antitetanus serum (ATS). ATS diberikan bila tidak tersedia TIG. Selama pemberian harus diperhatikan, karena ATS ini berasal dari serum kuda sehingga harus diantisipasi kemungkinan terjadinya syok anafilaksis. Dosis ATS 3000-5000 unit secara intramuskular.

c. Antikonvulsan. Obat ini diberikan untuk merelaksasi otot dan kepekaan jaringan saraf terhadap rangsang. Obat yang lazim digunakan adalah diazepam (dengan dosis 0,5 mg/kg BB/hari dibagi dalam beberapa dosis dan diberikan intravena atau intramuskular) dan fenobarbital (dengan dosis 10-20 mg/kg BB/hari ) dibagi 4 kali.

d. Antibiotika. Antibiotika digunakan untuk membunuh kuman Clostridium tetani dalam bentuk vegetatif. Antibiotika yang paling sering digunakan adalah penisilin procain. Dosis 200.000 U/kg BB/hari diberikan intramuskular selama 10 hari atau 3 hari setelah panas turun

e. Oksigen diberikan bila terjadi asfiksia atau sianosis

f. Tindakan pencegahan Tetanus Neonatorum yang paling efektif adalah melakukan imunisasi dengan obat tetanus toksoid (TT) pada wanita calon pengantin dan ibu hamil sebanyak 2 kali dengan interval minimal 1 bulan. Selain itu, tindakan memotong dan merawat tali pusat harus secara steril

 Tetanus Neonatorum

http://gejalatetanus.com/tetanus-neonatorum/


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Tetanus dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Tetanus and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *