Tanda-Tanda Tetanus

Tanda-Tanda Tetanus – Tetanus merupakan proses akibat toksin, bukan bersifat infeksi ataupun inflamasi dan disebabkan oleh Clostridium tetani, yaitu kuman anaerob gram-positif berbentuk batang yang membentuk spora.

Penyebab Tetanus

Clostridium tetani ditemukan hampir di setiap tempat. Kuman ini memasuki tubuh lewat :

  • Luka tusuk
  • Cedera remuk
  • Luka bakar
  • Luka yang terkontaminasi feses, tanah atau debris
  • Infeksi gigi
  • Pembedahan elektif
  • Ulkus iskemik perifer
  • Benda yang menembus dan tertanam
  • Penyuntikan dan instrumen medik untuk abortus ilegal yang terkontaminasi

Spora kuman dapat masuk ke dalam tubuh dan berada dalam keadaan inaktif selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Spora tersebut akan berubah menjadi bentuk vegetatif dalam keadaan terjadinya penurunan tekanan oksigen yang menimbulkan lingkungan anaerob. Bentuk vegetatif ini menghasilkan neurotoksin tetanospasme yang mengakibatkan disfungsi sistem sistem saraf pusat.

Tanda-Tanda Tetanus

Tanda-Tanda Tetanus

Gejala atau Tanda-Tanda Tetanus

Biasanya tanda-tanda tetanus akan muncul setelah 5 hari atau 2 minggu mengalami luka. Namun ada juga tanda-tanda tetanus yang muncul setelah beberapa minggu korban mengalami luka. Dan semakin lambat gejala tetanus muncul maka akan semakin ringan penyakit tersebut terjadi. Tanda-tanda tetanus yang ringan biasanya diawali dengan gejala tetanus seperti mulut yang kaku. Sedangkan untuk kasus gejala tetanus yang berat ditandai dengan kejang-kejang yang sangat hebat. Namun umumnya, gejala tetanus ini ditandai dengan tanda-tanda tetanus seperti kekejangan pada otot yang lama kelamaan akan semakin kencang, dan paling utama terjadi pada rahang serta pada bagian leher. Kemudian setelah itu, gejala tetanus pada mulut membuat menjadi susah terbuka atau menganga, muka menjadi menyeringai karena otot-otot dari muka yang mengalami ketegangan. Kuduk yang menjadi kaku serta muculnya kejang-kejang.

Dan semakin lama si penderita akan merasakan gejala tetanus seperti sulit menelan, sakit kepala, demam dengan suhu yang tinggi, mudah terangsang dengan suara yang keras dan sinar matahari yang terlalu terang dan lain sebagainya. Sedangkan jika terjadi pada bayi yang baru saja lahir, gejala tetanus biasanya ditandai dengan si bayi tidak mau menyusu, mulutnya menjadi kaku dan mencucu seperti bentuk mulut ikan. Gejala seperti ini adalah salah satu gejala yang khas dari penyakit tetanus pada bayi. Penyakit tetanus merupakan salah satu penyebab dari kematian yang paling tinggi baik yang terjadi pada ibu atau juga pada bayi. Pemotongan dari tali pusat yang belum lepas dan ditempelkan dengan ramuan-ramuan tertentu tidak bisa menjamin kebersihan yang ada dan bisa menyebabkan terjadinya tetanus pada bayi.

Pencegahan Tetanus

Pencegahan yang bisa dilakukan pada penyakit tetanus adalah :

  1. Sebaiknya menjaga tubuh agar tidak terkena luka yang dalam, karena kuman bisa saja tumbuh dengan subur dalam kekurangan zat asam di dalam tubuh. Jika memang terjadi luka yang dalam misalnya akibat tertusuk oleh paku maka segeralah bawa ke dokter. Dan seandainya anak belum pernah mendapatkan vaksinasi DPR, maka biasanya ia akan diberikan serum anti tetanus. Jika memang sudah, maka ia biasanya akan diberikan suntikan vaksinasi secara berulang atau booster untuk membantu mencegah dari munculnya penyakit tersebut.
  2. Untuk ibu yang sedang dalam masa kehamilan dan jika memang persalinannya dibantu oleh dukun, sebaiknya berikanlah suntikan tetanus pada trisemester atau triwulan dari terakhir kehamilan. Dan begitu juga dengan ibu serta anak yang akan dilahirkan agar bisa mencegah terjadinya penyakit tetanus.
  3. Hindari menempelkan tali pusat dengan ramuan-ramuan yang belum terjaga kebersihannya. Sebaiknya tali pusat itu diberikan alkohol 70% atau juga diberikan obat atas seizin dokter atau bidan setempat.
  4. Jangan mengobati sendiri jika Anda menderita sakit gigi dan sakit telinga, karena alat atau tangan yang tidak steril bisa saja menjadi penyebab dari terjadinya tetanus.

Dibawah ini beberapa faktor resiko yang bisa menyebabkan terjadinya tetanus adalah :

  1. Kurangnya imunisasi dan juga imunisasi tidak pada tetanus
  2. Cedera penetrasi yang bisa memproduksi spora tetanus yang dikenalkan oleh situs luka.
  3. Kehadiran dari bakteri infeksi lain
  4. Cidera jaringan
  5. Sebuah benda asing atau juga pecahan dari beling dan paki
  6. Pembengkakan yang terjadi pada sekitar daerah cedera.

Beberapa luka yang bisa menjadi pemicu dari terjadinya tetanus adalah akibat :

  1. Luka tusukan, termasuk salah satunya adalah serpihan, tindikan di tubuh, tato dan akibat obat injeksi.
  2. Luka tembak
  3. Senyawa yang terjadi akibat patah tulang
  4. Menghancurkan cedera
  5. Luka bakar
  6. Luka akibat bedah
  7. Sakit telinga atau infeksi telinga
  8. Infeksi pada gigi
  9. Gigitan karena hewan
  10. Ulkus pada kaki yang menderita penyakit diabetes.

Terapi Penanganan Tetanus

Terapi yang bersifat suportif, adalah :

  • Mengendalikan tetanospasme
  • Memberikan dukungan kardiovaskular dan respiratorius
  • Mengendalikan aritmia
  • Mengurangi stimulasi sistem saraf simpatik (mengurangi rangsangan cahaya dan suara dari luar, menjaga lingkungan yang tenang dan tidak berisik)

Terapi Profilaksis Bagi Penyakit Tetanus

Pemberian human hyperimmune antitetanus globulin sedikitnya 500 U (dengan takaran yang berkisar dari 3.000-6.000 U) dan pemberian antibiotik yang efektif untuk Clostridium tetani selama 10 hari (penisilin, eritromisin atau metronidazol). Di samping itu, penderita harus melakukan perawatan luka yang cermat untuk menetralkan toksinnya. Seperti halnya pada rabies, tindakan pencucian, pembilasan dan debridement luka sudah tepat.

Tanda-Tanda Tetanus

 


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Tetanus dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Tetanus and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *