Gejala Terkena Tetanus

Gejala Terkena Tetanus – Bakteri tetanus ini tumbuh pada luka dan mengeluarkan toksin yang dapat menyusup secara sistemik dan menimbulkan kejang otot skelet. Penderita umumnya tidak mengalami demam, tetapi banyak mengeluarkan keringat dan mulai merasa sakit, terutama pada otot sekitar luka terjadi kedutan (twitching) dan pasien tidak dapat membuka mulut ddengan baik (trismus) yang disebabkan oleh meningkatnya tonus otot masseter.

Gejala Terkena Tetanus

Gejala Terkena Tetanus

Penyakit Tetanus

Gejala Terkena Tetanus pertama tetanus adalah kelemahan yang bersifat lokal atau umum, kekakuan atau kram otot atau kesulitan mengunyah serta menelan makanan. Kesukaran menelan dapat menyebabkan terjadinya aspirasi makanan. Kekakuan biasanya terjadi dalam 1-4 hari setelah gejala pertama.

Masa antara Gejala Terkena Tetanus pertama dan terjadinya spasme atau kejang disebut dengan masa awal. Sebagaimana halnya dengan masa inkubasi, masa awal yang pendek, terutama kurang dari 48 jam, cenderung merupakan penyakit yang lebih serius. Sejalan dengan bertambah seriusnya penyakit tetanus, spasme juga bertambah berat, menjadi sangat nyeri dan melelahkan. Spasme sering dicetuskan oleh stimuli yang ada di sekitarnya, seperti cahaya atau bunyi langkah seseorang. Kebanyakan penderita tetanus datang dengan manifestasi umum, tetapi pada beberapa penderita, spasme otot hanya tetap terbatas pada daerah anatomik luka pemicu.

Gejala Terkena Tetanus dengan Kejang tetanus berlangsung dari beberapa detik sampai beberapa menit. Perjalanan tetanus pada penderita yang bertahan hidup dapat berlangsung lama (1-2 bulan) dan sulit. spasme mungkin mulai berkurang setleah 10-14 hari dan menghilang setelah satu-dua minggu lagi. Sisa kelemahan, kekakuan dan keluhan lain mungkin bertahan untuk jangka waktu yang lama, tetapi penyembuhan lengkap dapat terjadi pada tetanus tanpa komplikasi.

Sedangkan gejala tetanus pada balita atau pada anak-anak adalah Kuman tetanus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka-luka, telinga, saluran pernapasan, atau saluran pencernaan. Tali pusar bayi yang tidak dirawat dengan baik dan benar dapat juga menyebabkan masuknya kuman tetanus. Gejala tetanus yang muncul bila anak balita terkena tetanus antara lain anak balita mengalami kesulitan membuka mulut, sukar menelan dan nyeri kepala atau anggota badan lainnya. Jika sudah sangat parah, otot perutnya akan menjadi sangat kaku seperti papan.

Indikasi lain dari anak balita yang sudah terinfeksi kuman tetanus adalah alis mata mengarah ke atas, sudut mulut sebelah luar tertarik ke bawah dan posisi bibir menekan serangan kuman tetanus pada anak balita diperlukan penanganan oleh dokter. Pada waktu anak-anak biasanya pencegahan terhadap penyakit ini sudah diberikan. Pencegahan gejala tetanus biasanya diberikan kepada mereka yang mengalami luka yang dikhawatirkan akan tercemar kuman tetanus.

Kemungkinan munculnya gejala tetanus yang lain adalah :

  1. Demam tinggi
  2. Berkeringat dengan berlebihan
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Denyut nadi atau juga mengalami detak jantung yang cepat.

Pencegahan Tetanus

Pencegahan yang dilakukan pada gejala tetanus adalah lewat vaksinasi atau imunasasi. Hal ini merupakan salah satu jalan yang lebih baik dibandingkan dengan mengobatinya. Untuk anak-anak yang mengalami penyakit ini. Pemberian dari vaksin tetanus ini biasanya diberikan sebagai salah satu bagian dari vaksin DPT atau (Difteri, pertusis, dan juga tetanus). Bagi mereka yang sudah dewasa, maka sebaiknya mendapatkan bosster. Dan setiap luka yang paling utama adalah untuk luka tusukan yang dalam maka sebaiknya diberihkan terlebih dahulu secara seksama karena kotoran dan juga jaringan yang sudah mati akan membuat pertumbuhan dari bakteri C. Tetani menjadi semakin mudah berkembang.

Pengobatan Tetanus

Pengobatan dengan menggunakan obat anti tetanus serum atau ATS. Selain itu, pemberian obat antibiotik ini biasanya diberikan untuk membantu mencegah terjadinya pembentukan dari racun secara lebih lanjut. Obat tetanus lain yang bisa digunakan adalah obat penenang yang membantu membuat si penderita menjadi lebih tenang, membantu mengendalukan terjadinya kejang, dan membantu mengendurkan otot-otot yang tegang. Selain itu, penderita biasanya harus melakukan rawat inap di rumah akit dan harus berada di dalam ruangan yang tenang. Untuk infeksi yang dilakukan dari menengah sampai ke tingkatan yang berat. Selain itu, kemungkinan juga dibutuhkan pemasangan alat untuk sistem pernapasan.

Makanan yang diberikan pada si penderita biasanya adalah lewat infus. Biasanya penyakit ini jika sembuh tidak akan meninggalkan bentuk cacat, namun terkadang pada kasus tetanus yang berat potensi kematian menjadi semakin meningkat dengan angka 80-90 persen. Dan jika sudah sembuh, biasanya penderita harus diberikan vaksin secara lengkap karena infeksi dari tetanus yang terjadi itu tidak memberikan suatu sistem kekebalan pada infeksi yang terjadi selanjutnya.

Komplikasi yang terjadi dari gejala tetanus ini adalah jika sekali racun tetanus ada di ujung saraf Anda, maka kemungkinan untuk menghilangkannya tidak ada. Dan bentuk pemulihan secara lengkap dari suatu infeksi tetanus biasanya membutuhkan ujung saraf yang baru dan bisa berlangsung paling tidak selama beberapa bulan. Selain itu, komplikasi dari infeksi tetanus bisa mencakup beberapa hal dibawah ini :

  1. Cacat pengobatan tetanus yang biasanya melibatkan penggunaan dari obat untuk menenangkan yang sangat kuat yang bertujuan untuk mengendalikan terjadinya kejang otot.
  2. Kematian dari kejang otot yang bisa membuat saluran napas terganggu dan bisa membuat penderita tidak bisa bernapas sama sekali.

Gejala Terkena Tetanus


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Tetanus dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Tetanus and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *