Tanda Dan Gejala Penyakit Tetanus

Tanda Dan Gejala Penyakit Tetanus – Penyakit tetanus merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Biasanya mereka yang menderita penyakit tetanus adalah anak yang  belum mendapat vaksinasi tetanus saat usianya masih kecil. Penyakit tetanus merupakan penyakit yang disebabkan karena bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini hidup di kotoran binatang. Jika Anak anda mengalami luka dalam jangan dibiarkan, lakukan pembersihan luka dengan air yang mengalir. Kemudian diteteskan dengan cairan antiseptic, dan kemudian bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan penyakit tetanus yang lanjut.

Tanda Dan Gejala Penyakit Tetanus

Tanda Dan Gejala Penyakit Tetanus

Penyakit Tetanus

Tanda dan gejala penyakit tetanus ditandai dengan demam tinggi, kejang dan juga kesadaran yang mengalami penurunan. Cara mengobati tanda dan gejala tetanus bisa dilakukan dengan menggunakan bahan alami untuk membuat ramuan. Ramuan alami ini terbuat dari 3 jari rimpang kencur, dan juga daun jinten setengah genggam, serta 18 lembar daun ngokilo. Bahan-bahan ini dicuci terlebih dahulu dan dipotong-potong. Kemudian direbus dengan 3 gelas air, setelah itu ditambahkan dengan 3 jari gula aren. Tunggu hingga mendidih dan kemudian sisakan sekitar 3 ¼ nya. Saring dan kemudian diamkan ramuan ini. Jika sudah dingin, minumlah ramuan ini untuk 3 kali sehari dengan kadar ¾ gelas setiap kali minum.

Cara menangani tanda dan gejala penyakit tetanus dilakukan dengan pemberian imunisasi aktif dengan memberikan DPT, booster dose untuk anak yang masih balita. Jika luka trjadi lagi, maka pemberian booster akan diulang. Imunisasi pasif yang diberian, pembeerian ATS profilaksis 1500-4500 UI yang bisa bertahan sekitar 7-10 hari. Dan pemberian dari imunisasi ini biasanya seriing menyebabkan masalah syok anafilaksis sehingga perlu melakukan skin test dulu.

Tanda dan gejala penyakit tetanus yang ditunjukkan dengan penurunan kesadaran yang terjadi biasanya berkaitan dengan toksin dari tetanus yang bisa membuat jaringan otak meradang. Kemudian keluhan lainnya yang ditunjukkan berdasarkan dari tingkah laku si penderita penyakit tetanus adalah bisa menyebabkan si penderita tidak responsive terhadap sesuatu, terjadi letargik, dan bisa juga koma pada kasus yang berat.

Gejala Tetanus

Gejala tetanus yang terjadi secara umum adalah :

  1. Kekakuan yang terjadi pada otot wajah, otot leher, otot dada, perut, dan punggung sampai terasa ke tulang punggung berubah menjadi melengkung, serta pada otot tangan dan tungkai.
  2. Susah menelan makanan
  3. Mengalami demam
  4. Berkeringat berlebihan
  5. Tekanan darah tinggi
  6. Detak pada jantung dengan cepat
  7. Susah buang air besar dan buang air kecil.

Diagnosis Tetanus

Penegakkan diagnosis gejala tetanus biasanya berdasarkan dari pemeriksaan fisik, serta riwayat kesehatan si penderita dan juga riwayat dari imunisasi, serta juga dari gejala tetanus yang sifatnya khas misalnya adalah seperti kejang pada otot, terjadinya kekakuan serta nyeri yang terjadi seperti yang sudah dijelaskan. Selain itu, pemeriksaan laboratorium yang paling umum dilakukan adalah untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit tetanus.

Dan selain itu juga, pemeriksaan yang sederhana dilakukan bisa membantu untuk mendukung penegakkan diagnosis tetanus, misalnya adalah seperti tes spatula. Tes ini biasanya dilakukan dengan cara menyentuh bagian dinding tenggorokan dengan menggunakan spatula atau semacam sendok. Untuk orang dalam keadaan normal, biasanya akan memberikan suatu reaksi seperti mual dan menghindar. Sedangkan untuk penderita tetanus biasanya mereka memberikan reaksi seperti menggigit spatula dan juga menutup mulut.

Perawatan luka yang dilakukan dalam mengatasi gejala tetanus adalah dengan membersihkan luka tetanus dengan baik. Caranya adalah dengan menghilangkan dan membunuh kotoran, benda asing serta jaringan mati yang ada. Dan terlebih jika luka yang terjadi adalah luka yang dalam dan luka yang kotor. Hal ini sangat penting sebagai salah satu langkah awal dalam melakukan pencegahan dari terjadinya pertumbuhan pada spora tetanus penyebab dari tetanus.

Dan dalam sesi ini biasanya dibutuhkan juga pemberian suntikan dalam bentuk vaksin TT atau Tetanus Toxoid untuk kasus mengalami luka dalam atau juga luka yang kotor. Jika disuntikkan imunisasi terakhir lebih dari 5 tahun yang lalu atau juga sudah tidak tahu kapan. Atau juga diberikan pada jenis luka yang mengalami kontaminasi dengan kotoran hewan dan juga kontaminasi dengan pupuk kandang. Jika suntikan dari imunisasi tetanus ini terakhir lebih diberikan 5 tahun yang lalu dan tidak tahu kapan.

Obat Tetanus

Beberapa macam obat tetanus untuk membantu mengatasi gejala tetanus adalaha :

  1. Antitoksin
    Obat ini disediakan saat ini dalam bentuk tetanus immune globulin. Namun untuk jenis antitoksin ini hanya membantu untuk menetralkan racun yang belum mengalami keterikatan dengan jaringan sarafr.
  2. Antibiotik
    Pemberian obat gejala tetanus ini bertujuan untuk bisa membunuh bakteri yang menjadi penyebab dari tetanus. Dan sebaiknya diberikan dalam bentuk oral dan juga dalam bentuk suntikan.
  3. Vaksin
    Disaat seseorang mengalami tetanus maka tidak berarti bahwa mereka akan kebal selanjutnya dengan tetanus yang menyerang. Ia membutuhkan vaksin tetanus untuk membantu mencegah terjadinya infeksi tetanus dikemudian harinya.
  4. Obat penenang
    Dokter biasanya menggunakan jenis obat penenang yang dosisnya kuat agar bisa membantu mengendalikan terjadinya kejang otot misalnya adalah pemberian diazepam.
  5. Obat lain
    Pemberian obat tetanus lainnya adalah seperti magnesium sulfat atau MgSO4 dan juga pemberian jenis beta blockers tertentu yang bisa saja digunakan untuk membantu mengatur kegiatan atau aktivitas dari otot yang tidak sadar misalnya adalah seperti pernapasan dan detak jantung.

Tanda Dan Gejala Penyakit Tetanus

Posted in Gejala Tetanus | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Tetanus Pada Manusia

Gejala Tetanus Pada ManusiaPenyakit Tetanus merupakan penyakit yang menyebabkan otot menjadi kejang karena serangan bakteri. Clostridium tetani yang masuk kje dalam luka sekecil apapun pada tubuh. Clostridium tetani memproduksi toksin tetanispamin yang menempel pada saraf dekat luka kemudian membawanya ke otak dan sumsum tulang belakang sehingga terjadi gahgguan pada aktivitas normal saraf. Tetanus merupakan salah satu infeksi yang berbahaya karena dapat mempengaruhi system saraf. Gejala tetanus pada manusia  umumnya diawali dengan kejang otot rahang bersamaan dengan timbulnya pembengkakan serta rasa sakit dan kaku di otot leher,  bahu dan punggung. Kejang-kejang secara cepat merambat ke otot perut, lengan atas, dan paha dan nyeri sendi. Masa inkubasi tetanus terjadi dalam waktu 3-14 hari dengan gejala yang mulai timbul di hari ke tujuh. Tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi DPT.

Gejala Tetanus Pada Manusia

Gejala Tetanus Pada Manusia

Penyakit Tetanus

Bakteri gejala tetanus pada manusia ini tumbuh pada luka dan mengeluarkan toksin yang dapat menyusup secara sistemik dan menimbulkan kejang otot skelet. Penderita umumnya tidak mengalami demam, tetapi banyak mengeluarkan keringat dan mulai terasa sakit. Terutama pada otot sekitar luka terjadi kedutan (twitching) dan pasien tidak dapat membuka mulut dengan baik (trismus) yang disebabkan oleh meningkatnya tonus otot massester.

Gejala tetanus pada manusia yang pertama adalah kelemahan yang bersifat local atau umum, kekakuan atau kram otot atau kesulitan mengunyah serta menelan makanan. Kesukaran menelan dapat menyebabkan terjadinya aspirasi makanan. Kekakuan biasanya  terjadi dalam 1-4 hari setelah gejala pertama. Masa antara gejala pertama dan terjadinya spasme atau kejang disebut masa awal. Sebagaimana halnya dengan masa inkubasi, masa awal yang pendek, terutama kurang 48 jam, cenderung merupakan penyakit yang lebih serius.  Sejalan dengan bertambah seriusnya penyakit, spasme juga bertambah berat, menjadi sangat nyeri dan melelahkan. Spasme sering dicetuskan oleh stimuli yang ada disekitarnya, seperti cahaya atau bunyi langkah seseorang.

Kejang tetanus berlangsung dari beberapa detik sampai beberapa menit. Perjalanan tetanus pada penderita yang bertahan hidup dapat berlangsung lama (1-2 bulan) dan sulit. Spasme mungkin mulai berkurang setelah 10-14 hari dan menghilang setelah satu-dua minggu lagi. Sisa kelemahan, kekauan dan keluhan lain mungkin bertahan untuk jangka waktu yang lama tetapi penyembuhan lengkap dapat terjadi pada tetanus tanpa komplikasi.

Pada kasus fatal, kematian dapat disebabkan oleh kelelahan dan kegagalan pernapasan. Semua kejadian ini disebabkan oleh tetanospamin yang dihasilkan dalam jumlah yang sangat kecil pada daerah lesi yang sering kali kecil dan tidak disadari. Jumlah toksin sedemikian kecilnya sehingga pasien yang tidak diimunisasi seringkali tidak mempunyai respons antibody.

Pengobatan Tetanus

Dengan diberikannya blockade neuromuscular, ventilasi mekanis dan antibiotika untuk mencegah beberapa komplikasi tetanus  generalisata, disfungsi autonom yang terkait menjadi masalah baru yang lebih menojol. Manifestasinya meliputi hipertensu dan takikardia yang menetap, tetapi labil, gangguan irama jantung, kontstriksi pembuluh darah perifer, berkeringat sangat banyak, pengeluaran karbondioksida yang meningkat dan pada beberapa kasus timbul hipotensi perlahan-lahan. Adanya cardiac arrest, yang diperkirakan terjadi akibat pengeluaran katekolamin yang berlebihan, menjadi salah satu penyebab kematian pada tetanus generalisiata yang berat. Miokardiatis yang terjadi pada penderita seperti itu menyerupaimiokardiatis pada penderita feokromositoma. Pengeluaran katekolamin yang berlebihan dapat pula turut menimbulkan keseimbangan nitrogen yang sangat negative yang tampak pada penyakit ini.

Penatalaksanaan yang umum dari penyakit tetanus adalah :

  1. Merawat atau juga membersihkan luka dengan benar misalnya adalah dengan membersihkan luka, irigasi luka, debridement pada luka atau terjadinya eksisi jaringan nekrotik, dan membuang atau mengeluarkan benda-benda asing yang ada di dalam luka kemudian disertai dengan mengompres menggunakan H202. Dan dalam hal ini, maka penanganan pada luka tersebut biasanya harus dilakukan 1-2 jam setelah ATS dan juga pemberian obat tetanus dalam bentuk antibiotik. Misalnya pada sekitar luka yang harus disuntik ATS.
  2. Diet dengan cukup kalori dan juga pada protein, bentuk dari makanan ini juga tergantung dari kemampuan si penderita dalam membuka mulut serta kemampuan mereka dalam menelan makanan. Bila ada trismus, makanan bisa juga diberikan personde atau juga parenteral.
  3. Isolasi untuk membantu menghindari rangsangan yang berasal dari luar misalnya adalah seperti suara dan juga tindakan untuk si penderita.
  4. Pemberian oksigen, pernapasan buatan dan juga trachcostomi jika memang dibutuhkan.
  5. Mengatur atau mengendalikan keseimbangan dari cairan serta elektrolit.

Pencegahan Tetanus

Pencegahan yang dilakukan pada penyakit tetanus adalah dengan melakukan imunisasi atau vaksinasi. Karena disaat seseorang terkena penyakit tetanus maka mereka bisa mengalami penyakit ini lagi. Tidak terbentuknya kekebalan atau sistem daya tahan tubuh pada penderita setelah penderita sembuh disebabkan karena racun atau toksin yang masuk ke dalam tubuh tidak mampu untuk bisa merangsang terjadinya pembentukan dari antitoksin.

Terapat beberapa kejadian dimana ditemukan natural imunitas. Hal ini biasanya diketahui sejak virus dari tetanus ini bisa diisolasi dari tinja atau feses manusia. Kemungkinan organisme yang ada di dalam lumen usus bisa melepaskan imunogenic quantity yang berasal dari toksin. Ini biasanya diketahui dari toksin atau racun yang banyak dijumpai pada antitoksin dalam bentuk serum seseorang dalam riawayat yang memang belum pernah diberikan vaksinasi atau imunisasi dan ditemukan adanya suatu peninggian pada tuter antibodi dalam serum yang mempunyai karakteristik dalam bentuk reaksi secondary imune respone untuk beberapa orang yang memang diberikan imunisasi pertama kali.

Gejala Tetanus Pada Manusia

Posted in Gejala Tetanus | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Terkena Tetanus

Gejala Terkena Tetanus – Bakteri tetanus ini tumbuh pada luka dan mengeluarkan toksin yang dapat menyusup secara sistemik dan menimbulkan kejang otot skelet. Penderita umumnya tidak mengalami demam, tetapi banyak mengeluarkan keringat dan mulai merasa sakit, terutama pada otot sekitar luka terjadi kedutan (twitching) dan pasien tidak dapat membuka mulut ddengan baik (trismus) yang disebabkan oleh meningkatnya tonus otot masseter.

Gejala Terkena Tetanus

Gejala Terkena Tetanus

Penyakit Tetanus

Gejala Terkena Tetanus pertama tetanus adalah kelemahan yang bersifat lokal atau umum, kekakuan atau kram otot atau kesulitan mengunyah serta menelan makanan. Kesukaran menelan dapat menyebabkan terjadinya aspirasi makanan. Kekakuan biasanya terjadi dalam 1-4 hari setelah gejala pertama.

Masa antara Gejala Terkena Tetanus pertama dan terjadinya spasme atau kejang disebut dengan masa awal. Sebagaimana halnya dengan masa inkubasi, masa awal yang pendek, terutama kurang dari 48 jam, cenderung merupakan penyakit yang lebih serius. Sejalan dengan bertambah seriusnya penyakit tetanus, spasme juga bertambah berat, menjadi sangat nyeri dan melelahkan. Spasme sering dicetuskan oleh stimuli yang ada di sekitarnya, seperti cahaya atau bunyi langkah seseorang. Kebanyakan penderita tetanus datang dengan manifestasi umum, tetapi pada beberapa penderita, spasme otot hanya tetap terbatas pada daerah anatomik luka pemicu.

Gejala Terkena Tetanus dengan Kejang tetanus berlangsung dari beberapa detik sampai beberapa menit. Perjalanan tetanus pada penderita yang bertahan hidup dapat berlangsung lama (1-2 bulan) dan sulit. spasme mungkin mulai berkurang setleah 10-14 hari dan menghilang setelah satu-dua minggu lagi. Sisa kelemahan, kekakuan dan keluhan lain mungkin bertahan untuk jangka waktu yang lama, tetapi penyembuhan lengkap dapat terjadi pada tetanus tanpa komplikasi.

Sedangkan gejala tetanus pada balita atau pada anak-anak adalah Kuman tetanus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka-luka, telinga, saluran pernapasan, atau saluran pencernaan. Tali pusar bayi yang tidak dirawat dengan baik dan benar dapat juga menyebabkan masuknya kuman tetanus. Gejala tetanus yang muncul bila anak balita terkena tetanus antara lain anak balita mengalami kesulitan membuka mulut, sukar menelan dan nyeri kepala atau anggota badan lainnya. Jika sudah sangat parah, otot perutnya akan menjadi sangat kaku seperti papan.

Indikasi lain dari anak balita yang sudah terinfeksi kuman tetanus adalah alis mata mengarah ke atas, sudut mulut sebelah luar tertarik ke bawah dan posisi bibir menekan serangan kuman tetanus pada anak balita diperlukan penanganan oleh dokter. Pada waktu anak-anak biasanya pencegahan terhadap penyakit ini sudah diberikan. Pencegahan gejala tetanus biasanya diberikan kepada mereka yang mengalami luka yang dikhawatirkan akan tercemar kuman tetanus.

Kemungkinan munculnya gejala tetanus yang lain adalah :

  1. Demam tinggi
  2. Berkeringat dengan berlebihan
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Denyut nadi atau juga mengalami detak jantung yang cepat.

Pencegahan Tetanus

Pencegahan yang dilakukan pada gejala tetanus adalah lewat vaksinasi atau imunasasi. Hal ini merupakan salah satu jalan yang lebih baik dibandingkan dengan mengobatinya. Untuk anak-anak yang mengalami penyakit ini. Pemberian dari vaksin tetanus ini biasanya diberikan sebagai salah satu bagian dari vaksin DPT atau (Difteri, pertusis, dan juga tetanus). Bagi mereka yang sudah dewasa, maka sebaiknya mendapatkan bosster. Dan setiap luka yang paling utama adalah untuk luka tusukan yang dalam maka sebaiknya diberihkan terlebih dahulu secara seksama karena kotoran dan juga jaringan yang sudah mati akan membuat pertumbuhan dari bakteri C. Tetani menjadi semakin mudah berkembang.

Pengobatan Tetanus

Pengobatan dengan menggunakan obat anti tetanus serum atau ATS. Selain itu, pemberian obat antibiotik ini biasanya diberikan untuk membantu mencegah terjadinya pembentukan dari racun secara lebih lanjut. Obat tetanus lain yang bisa digunakan adalah obat penenang yang membantu membuat si penderita menjadi lebih tenang, membantu mengendalukan terjadinya kejang, dan membantu mengendurkan otot-otot yang tegang. Selain itu, penderita biasanya harus melakukan rawat inap di rumah akit dan harus berada di dalam ruangan yang tenang. Untuk infeksi yang dilakukan dari menengah sampai ke tingkatan yang berat. Selain itu, kemungkinan juga dibutuhkan pemasangan alat untuk sistem pernapasan.

Makanan yang diberikan pada si penderita biasanya adalah lewat infus. Biasanya penyakit ini jika sembuh tidak akan meninggalkan bentuk cacat, namun terkadang pada kasus tetanus yang berat potensi kematian menjadi semakin meningkat dengan angka 80-90 persen. Dan jika sudah sembuh, biasanya penderita harus diberikan vaksin secara lengkap karena infeksi dari tetanus yang terjadi itu tidak memberikan suatu sistem kekebalan pada infeksi yang terjadi selanjutnya.

Komplikasi yang terjadi dari gejala tetanus ini adalah jika sekali racun tetanus ada di ujung saraf Anda, maka kemungkinan untuk menghilangkannya tidak ada. Dan bentuk pemulihan secara lengkap dari suatu infeksi tetanus biasanya membutuhkan ujung saraf yang baru dan bisa berlangsung paling tidak selama beberapa bulan. Selain itu, komplikasi dari infeksi tetanus bisa mencakup beberapa hal dibawah ini :

  1. Cacat pengobatan tetanus yang biasanya melibatkan penggunaan dari obat untuk menenangkan yang sangat kuat yang bertujuan untuk mengendalikan terjadinya kejang otot.
  2. Kematian dari kejang otot yang bisa membuat saluran napas terganggu dan bisa membuat penderita tidak bisa bernapas sama sekali.

Gejala Terkena Tetanus

Posted in Gejala Tetanus | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Tetanus

Pengobatan TetanusPenyakit tetanus yang merupakan penyakit infeksi ini disebabkan oleh Mycobacterium tetani yang berbentuk spora masuk ke dalam luka terbuka, berkembang biak secara anaerobik dan membentuk toksin.

Penyakit Tetanus

Tetanus yang khas terjadi pada usia anak adalah tetanus neonatorum. Tetanus neonatorum dapat menimbulkan kematian karena terjadi kejang, sianosis dan henti napas. Resevoarnya adalah kotoran hewan atau tanah yang terkontaminasi kotoran hewan dan manusia.

Pengobatan Tetanus

Pengobatan Tetanus

Gejala tetanus awal ditunjukkan dengan mulut mencucu dan bayi tidak mau menyusu. Kekebalan pada penyakit ini hanya diperoleh dengan imunisasi atau vaksinasi lengkap karena riwayat penyakit tetanus tidak menyebabkan kekebalan pada anak. Pengobatan Tetanus dengan Imunisasi yang diberikan tidak hanya DPT pada anak, tetapi juga TT pada calon pengatin (TT caten), TT pada ibu hamil yang diberikan saat antenatal care (ANC) dan DT pada anak sekolah dasar kelas I dan VI.

Penyakit tetanus merupakan penyakit infeksi berbahaya karena memengaruhi kerja sistem saraf dan otot. Gejala tetanus umumnya diawali dengan kejang otot rahang bersamaan dengan timbulnya pembengkakan, serta rasa sakit dan kaku di otot leher, bahu atau punggung. Gejala tetanus dengan Kejang-kejang secara cepat merambat ke otot perut, lengan atas, dan paha. Infeksi tetanus disebabkan oleh Clostridium tetani yang memproduksi toksin tetanospasmin. Toksin ini akan mengganggu aktivitas sistem saraf. Infeksi tetanus terjadi karena luka. Luka sekecil apapun dapat menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri tetanus. Gejala Tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi DPT. Untuk wanita hamil sebaiknya diimunisasi juga dan melahirkan di tempat yang terjaga kebersihannya.

Pengobatan Tetanus

Pengobatan Tetanus :

Imunisasi DPT (Difteria, Pertusis, Tetanus)

Pengobatan Tetanus dengan Vaksinasi DPT akan menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit Difteria, Pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari), dan tetanus. Di Indonesia vaksin terhadap ketiga penyakit tersebut dipasarkan dalam 3 kemasan, yaitu dalam bentuk kemasan tunggal bagi tetanus, dalam bentuk kombinasi DT (difteria dan tetanus), kombinasi DPT (difteria, pertusis dan tetanus).

Vaksin difteria dibuat dari toksin atau racun kuman difteria yang telah dilemahkan dinamakan toksoid. Biasanya diolah dan dikemas bersama-sama dengan vaksin tetanus dalam bentuk vaksin DT, atau dengan vaksin tetanus dan pertusis dalam bentuk vaksin DTP.

Vaksin tetanus yang digunakan untuk imunisasi aktif adalah toksoid tetanus atau toksin atau racun kuman tetanus yang sudah dilemahkan kemudian dimurnikan. Ada 3 macam kemasan vaksin tetanus, yaitu bentuk kemasan tunggal dan kombinasi dengan vaksin difteria (vaksin DT) atau kombinasi dengan vaksin difteria dan pertusis (vaksin DTP).

Vaksin terhadap penyakit batuk rejan atau batuk seratus hari terbuat dari kuman Bordetella Pertussis yang telah dimatikan. Selanjutnya dikemas bersama vaksin difteria dan tetanus (vaksin DTP).

a. Cara Imunisasi

Pengobatan Tetanus Imunisasi dasar DPT diberikan 3 kali, sejak bayi berumur 2 bulan dengan selang waktu antara 2 penyuntikan minimal 4 minggu. Imunisasi ulangan/booster yang pertama dilakukan pada usia 1 1/2 – 2 tahun atau 1 tahun setelah suntikan imunisasi dasar ketiga. Imunisasi ulang berikutnya dilakukan pada usia 6 tahun atau di saat kelas 1 SD. Pada saat kelas 6 SD diberikan lagi imunisasi ulang dengan vaksin DT. Vaksin pertusis (batuk rejan) tidak dianjurkan pada anak yang berusia lebih dari 7 tahun karena reaksi yang timbul dapat lebih hebat selain itu juga perjalanan penyakit pertusis pada anak berumur lebih dari 5 tahun tidak parah.

Pada masa mendatang telah dipikirkan untuk memberikan vaksin tetanus khusus untuk anak perempuan yang belum pernah mendapat imunisasi DPT, atau imunisasi DPT tidak lengkap, sebanyak 2 kali lagi pada saat kelas 2 dan kelas 3 SD tindakan ini diperkirakan cukup untuk memberikan perlindungan seumur hidup terhadap penyakit tetanus sehingga bayi yang kelak dikandung dapat terlindung dari penyakit tetanus neonatorum atau tetanus pada bayi baru lahir. Di Indonesia penyakit tetanus pada bayi baru lahir masih merupakan penyebab kematian yang kadang terjadi pada saat bayi baru lahir.

Imunisasi ulang sewaktu, diperlukan juga bila anak berhubungan dengan anak lain yang menderita difteria atau batuk rejan. Atau bila diduga luka pada anak akan terinfeksi tetanus. Dalam hal imunisasi tidak perlu cemas seandainya anak mendapatkan suntikan ulang sebelum waktunya. Atau bila diduga luka pada anak akan terinfeksi tetanus,biasanya akan memberikan suntikan ulang. Lebih baik memberikan imunisasi berlebih daripada kurang.

b. Kekebalan

Pemberian obat tetanus untuk sistem kekebalan atau sebagai Daya proteksi atau daya lindung vaksin difteria cukup baik, yaitu sebesar 80-95% dan daya proteksi vaksin tetanus sangat baik, yaitu sebesar 90-95%. Sedangkan daya proteksi vaksin pertusis masih rendah, yaitu 50-60%. Oleh karena itu anak yang telah mendapat imunisasi pertusis masih dapat terjangkit penyakit batuk rejan, tetapi dalam bentuk yang lebih ringan.

c. Reaksi Imunisasi

Reaksi yang mungkin terjadi biasanya demam, pembentukan dan rasa nyeri di tempat suntikan selama 1-2 hari

d. Efek Samping

Terkadang timbul reaksi akibat efek samping yang berat, seperti demam tinggi atau kejang yang disebabkan oleh unsur pertusisnya

e. Kontra Indikasi

Imunisasi DPT tidak boleh diberikan pada anak yang sakit parah dan anak yang menderita penyakit kejang demam kompleks. Juga tidak boleh diberikan kepada anak dengan batuk yang diduga sedang menderita batuk rejan dalam tahap awal atau pada penyakit gangguan kekebalan (defisiensi umum).

itulah informasi mengenai gejala tetanus dan pengobatan tetanus.

Pengobatan Tetanus

Posted in Gejala Tetanus | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Tetanus Neonatorum

Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia 0-1 bulan). Tetanus sendiri merupakan penyakit toksemia akut yang menyerang sususan saraf pusat, oleh karena adanya tetanospasmin dari Clostridium tetani. .Tetanus juga dikenal dengan nama lockjaw, karena salah satu gejala penyakit ini adalah mulut yang sukar dibuka (seperti terkunci).

Tetanus Neonatorum

Tetanus Neonatorum

Penyakit Tetanus Neonatorum

Penyakit tetanus disebabkan oleh kuman Clostridium tetani. Kuman Clostridium tetani bersifat anaerob, artinya kuman hidup dan berkembang dengan pesat dalam lingkungan yang kurang atau tidak mengandung oksigen. Kuman ini membentuk spora-spora yang berbentuk batang, dengan ujung bulat seperti tongkat penabuh drum (drum stick). Spora tersebut bila tidak terpajan sinar matahari dapat hidup berbulan-bulan bahkan beberapa tahun seperti di dalam tanah. Spora inipun dapat merupakan flora usus normal dari kuda, sapi, domba, anjing, kucing, tikus, ayam dan manusia. Sifat lain dari spora ini adalah tahan dalam air mendidih selama 4 jam, tetapi mati bila dipanaskan selama 20 menit pada suhu 121 derajat Celcius (dengan autoklaf).

Penyakit Tetanus Neonatorum terdapat di seluruh dunia tetapi insidens di negara maju sudah sangat jarang. Penyakit tetanus ini masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang karena sanitasi lingkungan yang kurang baik dan imunisasi aktif yang belum mencapai sasaran. Di Indonesia dan negara berkembang lain, penyakit tetanus neonatorum masih menjadi masalah. Hal ini terutama disebabkan oleh pertolongan persalinan bagi sebagian masyarakat masih menggunakan tenaga non-profesional (dukun bayi/peraji). Faktor lain adalah sebagian ibu yang melahirkan tidak atau belum mendapat imunisasi tetanus toksoid (TT) pada masa kehamilannya.

Clostridium tetani dalam bentuk spora masuk ke tubuh melalui luka potongan tali pusat, yaitu tali pusat yang dipotong menggunakan alat yang tidak steril atau perawatan tali pusat yang tidak baik. Bila keadaan memungkinkan, misal luka tersebut menjadi anaerob disertai jaringan nekrotis, spora berubah menjadi bentuk vegetatif dan selanjutnya berkembang biak. Kuman ini tidak invasif tetapi bila dinding sel kuman lisis, kuman ini akan melepaskan dua macam toksin, yaitu tetanospasmin dan tetanolisin. Tetanospasmin sangat mudah diikat oleh saraf, oleh karena itu disebut juga neurotoksin.

Gejala Tetanus

Gejala tetanus neonatorum adalah ditandai dengan masa tuntas yang biasanya terjadi paling tidak selama 3-10 hari. Dan terkadang gejala tetanus ini bisa terjadi selama beberapa minggu jika memang infeksi yang terjadi ringan. Selain itu, penyakit ini biasanya juga terjadi secara mendadak dengan gejala tetanus seperti ketegangan pada otot yang kemudian akan semakin bertambah dan paling utama terjadi pada rahang serta leher, selama paling tidak 24 ham penyakit dan kemudian menjadi semakin nyata dengan gejala tetanus seperti terjadinya trismus.

Pada gejala tetanus neinatorum ini perjalanan penyakit biasanya terjadi lebih cepat dan selain itu juga lebih serius. Anamnesis yang lebih spesifik terjadi seperti dibawah ini :

  1. Kondisi tubuh bayi biasanya mendadak panas.
  2. Bayi yang awalnya bisa menyusu menjadi tidak menyusu karena terjadinya kekejangan pada otot rahang dan juga tenggorok.
  3. Mulut bayi yang mencucu seperti mulut ikan. Hal ini merupakan salah satu gejala tetanus yang khas.
  4. Kejang yang terjadi biasanya disaat terkena paparan sinara cahaya, suara serta sentuhan.
  5. Terkadang disertai juga dengan sesak nafas dan wajah membiru
  6. Kaku kuduk sampai mengalami kepala mendongak ke atas.
  7. Dinding pada abdomen kaku, lebih mengeras dan terkadang mengalami kejang.
  8. Suhu pada bayi yang lama kelamaan menjadi semakin meningkat.
  9. Dahi berkerut dan alis mata yang terangkat, kemudian sudut mulut yang tertarik menuju ke bawah, maka rhisus sardonikus.
  10. Ektremitas yang biasanya terjadi secara terulur dan juga terjadi kaku.
  11. Kemudian bayi menjadi lebih sensitif adanya rangsangan, lebih gelisah dan terkadnag juga menangis.

Penyakit tetanus neonatorum ini sendiri mempunyai kriteria seperti bayi lahir hidup, atau juga dengan kriteria menangis atau menyusu dengan normal paling tidak sekurangnya 2 hari, dan pada bulan pertamanya kehidupan akan muncul gejala tetanus sulit menyusu dan disertai dengan kekakuan atau juga terjadinya kejang pada otot.

Pengobatan dan Pencegahan Tetanus Neonatorum

a. Tetanus imunoglobulin (TIG) manusia. TIG diberikan secara intramuskular dengan  dosis 250-500 unit. TIG ini diberikan dengan maksud untuk menetralisasi toksin yang beredar dalam darah

b. Antitetanus serum (ATS). ATS diberikan bila tidak tersedia TIG. Selama pemberian harus diperhatikan, karena ATS ini berasal dari serum kuda sehingga harus diantisipasi kemungkinan terjadinya syok anafilaksis. Dosis ATS 3000-5000 unit secara intramuskular.

c. Antikonvulsan. Obat ini diberikan untuk merelaksasi otot dan kepekaan jaringan saraf terhadap rangsang. Obat yang lazim digunakan adalah diazepam (dengan dosis 0,5 mg/kg BB/hari dibagi dalam beberapa dosis dan diberikan intravena atau intramuskular) dan fenobarbital (dengan dosis 10-20 mg/kg BB/hari ) dibagi 4 kali.

d. Antibiotika. Antibiotika digunakan untuk membunuh kuman Clostridium tetani dalam bentuk vegetatif. Antibiotika yang paling sering digunakan adalah penisilin procain. Dosis 200.000 U/kg BB/hari diberikan intramuskular selama 10 hari atau 3 hari setelah panas turun

e. Oksigen diberikan bila terjadi asfiksia atau sianosis

f. Tindakan pencegahan Tetanus Neonatorum yang paling efektif adalah melakukan imunisasi dengan obat tetanus toksoid (TT) pada wanita calon pengantin dan ibu hamil sebanyak 2 kali dengan interval minimal 1 bulan. Selain itu, tindakan memotong dan merawat tali pusat harus secara steril

 Tetanus Neonatorum

http://gejalatetanus.com/tetanus-neonatorum/

Posted in Gejala Tetanus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda-Tanda Tetanus

Tanda-Tanda Tetanus – Tetanus merupakan proses akibat toksin, bukan bersifat infeksi ataupun inflamasi dan disebabkan oleh Clostridium tetani, yaitu kuman anaerob gram-positif berbentuk batang yang membentuk spora.

Penyebab Tetanus

Clostridium tetani ditemukan hampir di setiap tempat. Kuman ini memasuki tubuh lewat :

  • Luka tusuk
  • Cedera remuk
  • Luka bakar
  • Luka yang terkontaminasi feses, tanah atau debris
  • Infeksi gigi
  • Pembedahan elektif
  • Ulkus iskemik perifer
  • Benda yang menembus dan tertanam
  • Penyuntikan dan instrumen medik untuk abortus ilegal yang terkontaminasi

Spora kuman dapat masuk ke dalam tubuh dan berada dalam keadaan inaktif selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Spora tersebut akan berubah menjadi bentuk vegetatif dalam keadaan terjadinya penurunan tekanan oksigen yang menimbulkan lingkungan anaerob. Bentuk vegetatif ini menghasilkan neurotoksin tetanospasme yang mengakibatkan disfungsi sistem sistem saraf pusat.

Tanda-Tanda Tetanus

Tanda-Tanda Tetanus

Gejala atau Tanda-Tanda Tetanus

Biasanya tanda-tanda tetanus akan muncul setelah 5 hari atau 2 minggu mengalami luka. Namun ada juga tanda-tanda tetanus yang muncul setelah beberapa minggu korban mengalami luka. Dan semakin lambat gejala tetanus muncul maka akan semakin ringan penyakit tersebut terjadi. Tanda-tanda tetanus yang ringan biasanya diawali dengan gejala tetanus seperti mulut yang kaku. Sedangkan untuk kasus gejala tetanus yang berat ditandai dengan kejang-kejang yang sangat hebat. Namun umumnya, gejala tetanus ini ditandai dengan tanda-tanda tetanus seperti kekejangan pada otot yang lama kelamaan akan semakin kencang, dan paling utama terjadi pada rahang serta pada bagian leher. Kemudian setelah itu, gejala tetanus pada mulut membuat menjadi susah terbuka atau menganga, muka menjadi menyeringai karena otot-otot dari muka yang mengalami ketegangan. Kuduk yang menjadi kaku serta muculnya kejang-kejang.

Dan semakin lama si penderita akan merasakan gejala tetanus seperti sulit menelan, sakit kepala, demam dengan suhu yang tinggi, mudah terangsang dengan suara yang keras dan sinar matahari yang terlalu terang dan lain sebagainya. Sedangkan jika terjadi pada bayi yang baru saja lahir, gejala tetanus biasanya ditandai dengan si bayi tidak mau menyusu, mulutnya menjadi kaku dan mencucu seperti bentuk mulut ikan. Gejala seperti ini adalah salah satu gejala yang khas dari penyakit tetanus pada bayi. Penyakit tetanus merupakan salah satu penyebab dari kematian yang paling tinggi baik yang terjadi pada ibu atau juga pada bayi. Pemotongan dari tali pusat yang belum lepas dan ditempelkan dengan ramuan-ramuan tertentu tidak bisa menjamin kebersihan yang ada dan bisa menyebabkan terjadinya tetanus pada bayi.

Pencegahan Tetanus

Pencegahan yang bisa dilakukan pada penyakit tetanus adalah :

  1. Sebaiknya menjaga tubuh agar tidak terkena luka yang dalam, karena kuman bisa saja tumbuh dengan subur dalam kekurangan zat asam di dalam tubuh. Jika memang terjadi luka yang dalam misalnya akibat tertusuk oleh paku maka segeralah bawa ke dokter. Dan seandainya anak belum pernah mendapatkan vaksinasi DPR, maka biasanya ia akan diberikan serum anti tetanus. Jika memang sudah, maka ia biasanya akan diberikan suntikan vaksinasi secara berulang atau booster untuk membantu mencegah dari munculnya penyakit tersebut.
  2. Untuk ibu yang sedang dalam masa kehamilan dan jika memang persalinannya dibantu oleh dukun, sebaiknya berikanlah suntikan tetanus pada trisemester atau triwulan dari terakhir kehamilan. Dan begitu juga dengan ibu serta anak yang akan dilahirkan agar bisa mencegah terjadinya penyakit tetanus.
  3. Hindari menempelkan tali pusat dengan ramuan-ramuan yang belum terjaga kebersihannya. Sebaiknya tali pusat itu diberikan alkohol 70% atau juga diberikan obat atas seizin dokter atau bidan setempat.
  4. Jangan mengobati sendiri jika Anda menderita sakit gigi dan sakit telinga, karena alat atau tangan yang tidak steril bisa saja menjadi penyebab dari terjadinya tetanus.

Dibawah ini beberapa faktor resiko yang bisa menyebabkan terjadinya tetanus adalah :

  1. Kurangnya imunisasi dan juga imunisasi tidak pada tetanus
  2. Cedera penetrasi yang bisa memproduksi spora tetanus yang dikenalkan oleh situs luka.
  3. Kehadiran dari bakteri infeksi lain
  4. Cidera jaringan
  5. Sebuah benda asing atau juga pecahan dari beling dan paki
  6. Pembengkakan yang terjadi pada sekitar daerah cedera.

Beberapa luka yang bisa menjadi pemicu dari terjadinya tetanus adalah akibat :

  1. Luka tusukan, termasuk salah satunya adalah serpihan, tindikan di tubuh, tato dan akibat obat injeksi.
  2. Luka tembak
  3. Senyawa yang terjadi akibat patah tulang
  4. Menghancurkan cedera
  5. Luka bakar
  6. Luka akibat bedah
  7. Sakit telinga atau infeksi telinga
  8. Infeksi pada gigi
  9. Gigitan karena hewan
  10. Ulkus pada kaki yang menderita penyakit diabetes.

Terapi Penanganan Tetanus

Terapi yang bersifat suportif, adalah :

  • Mengendalikan tetanospasme
  • Memberikan dukungan kardiovaskular dan respiratorius
  • Mengendalikan aritmia
  • Mengurangi stimulasi sistem saraf simpatik (mengurangi rangsangan cahaya dan suara dari luar, menjaga lingkungan yang tenang dan tidak berisik)

Terapi Profilaksis Bagi Penyakit Tetanus

Pemberian human hyperimmune antitetanus globulin sedikitnya 500 U (dengan takaran yang berkisar dari 3.000-6.000 U) dan pemberian antibiotik yang efektif untuk Clostridium tetani selama 10 hari (penisilin, eritromisin atau metronidazol). Di samping itu, penderita harus melakukan perawatan luka yang cermat untuk menetralkan toksinnya. Seperti halnya pada rabies, tindakan pencucian, pembilasan dan debridement luka sudah tepat.

Tanda-Tanda Tetanus

 

Posted in Gejala Tetanus | Tagged , , , , , , | Leave a comment